Photobucket

Anak kita mulai berbohong?

Saya : ” kenapa K sedih, salma apa’in ?

Salma : ” nothiiiiiiiing.”  ~  ( sambil menunduk dan raut mukanya keliatan bersalah, obeng plastik mainan kesukaan K ada ditangan Salma ).

Walaupun keliatan sepele, kenyataannya anak kecil yang belum berumur 3 tahun itu sudah berbohong.  Sudah saya duga hal seperti ini akan datang cepat atau lambat. Gundah ? so pasti.

Berbohong, apapun konotasinya, merupakan salah satu proses development pada seorang anak.  Itu berarti otaknya jalan atau bekerja.  Malah kalau bohongnya lebih bagus menandakan perkembangan kognitif nya lebih baik, the smartest kid tells the best lie(1).

Hampir setiap anak berbohong, seperti kucing mengeong, anjing menggonggong,  anak-anak,… berbohong.  😀  Mengerti dan maklumi  saja.   Anak tetangga juga bohong,  anak teman juga bohong, anak kita? ya bohong juga. 😀

Intensitas bohongnya beda-beda, sesuai umur, juga membedakan tingkat intelegensi anak.  Dr. Lee, director of the Institute of Child Study at Toronto University,  meneliti 1200 anak yang umurnya berkisar antara 2-16 tahun.

At the age of 2, the study concludes, 20 percent of children will lie. This shoots up to 50 percent by the time kids hit 3. By the time they reach 4, according to researchers, at least 90 percent of them lie.

When puberty rolls around, almost all of them are lying. They don’t start to fall out of practice, according to the study, until they hit 16. At that point, about 70 percent of kids are still lying.
By the time they reach adulthood, Lee tells the Telegraph, most people are confining themselves to little white lies to spare other people’s feelings.

Sebagai orang tua, saya tidak terlalu merasa kuatir dengan proses ini,  saya yakin dengan bimbingan yang bijak dan tepat sejak dini pada anak tentang berbohong akan membuat anak mengerti.  Tidak perlu orang tua terlalu strict menanggapi kebohongan kecil si anak, dicela digurui. setiap hari.  Kalau seorang anak ingin berkata bohong, dia akan berkata bohong tanpa bisa kita cegah.   Mendingan ketika anak tertangkap basah bohong, baru kita ajari baik-baik tentang pentingnya berkata jujur dan negatif nya berbohong. Namun selain itu harus disertai konsekuensi, jangan lupa, tugas kita hanya mengajari bukan menghukum.  Kalau pada kasus di atas, saya bantu untuk memperbaiki kesalahannya.  Kembalikan mainannya ke K dan minta maaf.

Jangan label si anak secara negatif,  contoh :  ‘kamu nakal ya, mainannya orang diambil…’ . Sebaiknya, katakan hal-hal yang membuat si anak percaya pada dirinya sendiri kalau dia anak baik , contoh : ‘ kan kamu anak baik, kalau mau pinjam, mintanya yang baik.’ atau  ‘ minta tukeran sama mainan kamu’

Hindari juga pertanyaan yang menjebak, sudah tahu kue yang tinggal satu itu dimakan si anak karena mukanya penuh remah-remah, masih ditanya juga, “kamu ya yang makan?“, atau ketika dengan bald-face -nya si anak berkata “bukan saya yang numpahin susu-nya “ ketika tidak ada orang selain dia di TKP, sebaiknya kita langsung hindari konfrontasi, kasih si anak lap dan bantu dia membersihkan tumpahan susu.  Dengan cara begini, si anak jadi hilang rasa bersalahnya dan tidak merasa perlu berbohong karena takut kena marah.

Bedakan bohong dengan mengada-ada.  Apalagi anak masih  balita/toddler ~ pre-school.  Imaginasi dan kreativitasnya seringkali spontan dia ungkapkan. Anak kitakadang-kadang berbohong karena saya pikir mereka belum bisa memilah yang mana yang nyata dan yang mana yang fantasi.  Anak kecil belum mampu memahami konsep berbohong, belum memahami bagaimana kebenaran berdasar fakta.  Imaginasi  buat anak-anak masih over-riding ~ lebih dominan.  Contohnya, anak perempuanku Salma, seringkali dia menambahi fakta yang terjadi, “tadi di supermarket kita beli mainan, jam dora,semuanya!” atau bercerita ke daddy-nya kalau hari ini dia pergi berenang atau melihat gajah di  day-care nya. Bohong kah dia? 😀

Anyway,

Bohong nya anak-anak tidak berarti nanti gedenya dia bisa jadi kriminal,  c’mon.. everybody lies.  Seiring waktu dan tumbuh kembang sianak,  mereka akan belajar dan memahami konsep berbohong sedikit demi sedikit, susah loh buat anak kecil untuk memahami standard yang di-set oleh orangtua dan masyarakat.  Sebagai orang tua, kita bijaksana-i dan didik anak-anak kita dengan kasih sayang.  Jadi ketika anak-anak dengan terus terang mengakui telah merusakkan sesuatu, orangtua sebaiknya berterima kasih ke anak karena sudah mengaku langsung, bukannya malah marah karena sudah merusakkan sesuatu.  Encourage honesty lah.

Saya pribadi akan menghindari ‘interogasi’.  Ngapa’in saya harus tanya – tanya untuk mendapat kebenaran dari anak umur 3- 4 tahun.  Kalau saya tahu apa yang sudah terjadi, ya langsung act on saja.  “K, it’s not ok to take some of Sal’s M&M’s. They’re hers, let’s give her some of yours, okay..” ndak usah pake pertanyaan ke anak, apa, kenapa, bagaimana.

Yang paling penting adalah contoh-contoh yang kita berikan ke anak.  Jangan bohong ke anak kita.  Kasih mereka kepercayaan untuk mempercayai kita dengan selalu berkata benar kepada anak kita.  Berapa banyak orang tua yang ‘berbohong kecil-kecilan’ atau malah berjanji demi membuat anak berhenti bertanya atau meminta. Utamakan memegang janji dan kalau ternyata tidak bisa menepati janji, minta maaf betul-betul.  Anak-anak lebih banyak belajar dan memahami dari tingkah laku kita ketimbang nasehat-nasehat.

Categories: Parenting

Lalat, keran air & cermin

02/07/2010 1 comment

Lalat, keran air, cermin, dan kalimat kesayangannya adalah semangat. Atau caranya menulis huruf ‘a’ besar dengan garis tengah yang sepanjang kaki langit. Dan tiba-tiba musim telah berganti panas. Tiba-tiba? Kolam kering di bulan juni, aku melempar koin kesetiap air mancur menunggu gema

Categories: Prosa

Win Win Situation

Coba pikir, bagaimana perasaan ketika kita tertimpa musibah.  Sebagai individu yangberbeda, reaksi manusia pun berbeda atas musibah yang dialami.  Cuma saja,tidak banyak yang menyadari dan meyakini kalau musibah pun lebih banyak baiknya.  Bad things happen, right?  Er,.. I dont think so!

Semua yang terjadi dalam kehidupan manusia yang beriman kepada Allah SWT walaupun berbentuk musibah adalah baik, atau lebih banyak baiknya.  Alhamdulillah dong ya, apapun keadaannya, rejeki atau musibah, dua-duanya menguntungkan alis Win Win situation.

Hadith Rasulullah SAW, ~pake bahasa Inggris nih, The affair of the believer is amazing! The whole of his life is beneficial, and that is only in the case of the believer. When good times come to him, he is thankful and it is good for him, and when bad times befall him, he is patient and it is also good for him” (narrated by Muslim). Artinya kurang lebih, Urusan orang orang beriman itu mengagumkan, keseluruhan hidupnya menguntungkan, dan hanya berlaku pada orang yang beriman.  Disaat senang datang, dia akan bersyukur karena baik baginya, dan ketika musibah datang dia bersabar dan musibah itu juga baik untuknya “

Memang, kita semua jatuh sakit, mengalami kecelakaan, ditimpa bencan atau bersedih pada masa-masa sulit.  Apapun itu,  orang-orang yang mukmin dengan tenang dan sabar akan melalui kesulitan-kesulitannya, Inshaallah.  Rasulullah (SAW)  pernah berkata, When the believer is afflicted with pain, even that of a prick of a thorn or more, God forgives his sins” (narrated by Bukhari). Sakit , walaupun cuma sekedar tertusuk duri, Allah mengampuni dosa-dosanya. Coba bayangin, kalau kita sakit, diperhatikan dan di doakan teman dan keluarga.  Dijenguk dan dikasih makanan enak.  Diampuni pula dosa kita oleh Allah SWT.. .. nikmat yang mau kau dustakan?  hehehe, ini pembahasan lain waktu aja ya…..

Diceritakan juga, sahabat Rasulullah, Abu Huraira, punya penyakit favorit!  Beliau berkata bahwa tidak ada penyakit yang menimpanya yang lebih mencintainya selain demam.  Demam memasuki seluruh dan setiap sendi dalam tubuhnya, dan karena itulah Allah Azza Wa Jalla memberi rahmat pada setiap inci tubuhnya. (Bukhari in Al-Adab Al-Mufrad). Subhana’Allah,  kalau saja kita kita ini semua bisa bergembira dan bersuka cita waktu jatuh sakit ataupun ditimpa kemalangan.

Dalam Quran surat 39:10 tertulis “Those who patiently preserve will truly receive a reward without measure”  ~ Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.  Dan dalam sura 31:17  “And bear in patience whatever maybe fall you: this, behold, is something to set one’s heart upon“ ~ Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya  yang demikian adalah yang diwajibkan  Allah.

Kalau saat susah banyak sekali yang ingat Allah SWT, tapi apakah kita ingat  ketika dalam kesenangan?   Rasulullah (SAW)  berkata ” Remember Allah in times of ease, and He will remember you in times of hardship” (narrated by Ahmad).  Ingatlah Allah di saat senangmu, maka Allah akan mengingatmu ketika kau dalam kesulitan.  Sudah dijamin!  masa nggak percaya…

Kapanpun kesulitan menimpa, senyumlah dan berterima kasihlah, Alhamdulillah ( Praise be to Allah), jangan manyun dan komplen lah kan,  karena kita tidak tahu apa dibalik kesusahan yang menimpa kita.  Kata Allah di Quran 2:216 tertera, “but it may happen that ye hate a thing which is good for you, and it may happen that ye love a thing which is bad for you. Allah knoweth, ye know not”  ~ Bisa jadi kamu membenci sesuatu yang sebenarnya baik untukmu, dan bisa  jadi juga kamu menyukai sesuatu padahal buruk untukmu,  Allah  mengetahui, kamu tidak”  tuh kan!

Always be optimistic and respond with Alhamdulillah brothers and sisters in Islam, it’s a Win Win Situation…

( Jazakallah khairn katshir Brother Bilal for inspiration)

Categories: Islam

Ya Ampun,… Those trumpets of World Cup !!

Saya sih sebenernya bukan penggemar dunia sepak bola.  Bukan karena saya perempuan loh, karena teman-teman saya yang perempuan malah banyak juga yang gila bola.  Nggak usahlah dibahas kenapanya, pokoknya dari dulu, as far as I can remember, saya nggak begitu enjoy deh kalo nonton pertandingan-pertandingan sepak bola mulai dari tingkat RT sampe kelas World Cup. Dengar sekilas berita saja cukup lah, yang penting tahu skornya, that’s it.

Knowledge saya tentang olah raga satu ini juga bisa dibilang minim, gak tau apa-apa malah, dan nggak berusaha mau tahu lebih dalam.  What for?  at least tahu deh yang mana seragamnya MU buat Home dan Away nya.  Tapi, kalo urusan footballer yang cakep-cakep dan tenar, hehehe, lain soal.  Pendeknya, I don’t ride on the crest of every football-hot-topic wave.  Biasa aja, …. 😀

Beberapa hari lalu banyak tuh komen-komen tentang ‘Terompet’ di ajang WC ( halah, kok singkatannya sedih amat… ) penasaran, saya cari cari lah berita hangat WC yang ada kaitannya dengan terompet.  Voila!  di youtube bejibun deh postingan tentang terompet tsb.  Ya ampun, ngeselin banget suaranya, annoying.  Suaranya mirip mirip  ‘Foghorn’, alat yang dipakai buat memberi tanda waspada di tengah kabut, di kapal-kapal laut utamanya.

Rupanya sebutan terompet yang sering ditiup penggemar sepak bola di AfSel itu adalah VUVUZELA.  Panjangnya kurang lebih 1 m -an, trompet plastik ini memang sengaja ditiup disepanjang pertandingan untuk menciptakan suasana gemuruh.  Bunyinya bisa mencapai 130 dB. sepuluh decibel diatas daya tahan sakit nya manusia, Gila!  ternyata pula bisa mengakibatkan hearing loss selain mengganggu komunikasi pemain ketika dilapangan.

Bunyinya ‘unbearable‘ dan bikin susah untuk berkonsentrasi, kata pemain Xabi Alonso ( pemain darimana tuh do’i ?).  Kapten France  Patrice Evra dengan sengit mengatakan, gara-gara si Vuvuzela inilah kenapa teamnya bermain sangat jelek. ( baca dari CNBC )

Hmmm,  kayaknya The Vuvuzela ini jelas-jelas lebih dari sekedar yel-yel yang menjengkelkan.   Perdebatan sudah dimulai tentang akan kah vuvuzela di ‘Ban’  dilarang untuk ditiup pada pertandingan pertandingan di WC karena bisa mengancam kesehatan fans dan mengganggu kualitas permainan team yang sedang laga dan pada akhirnya akan membuat orang-orang enggan menonton.  Emang enak nonton bola selama 90 menitan ditemenin bunyi blender, ..katanya,..hehe

Tapi kan Vuvuzela itu semacam identitas kultural di AfSel, kalo di larang sama saja barangkali melarang orang nonton football match sambil nge-beer, atau fans nya dilarang pake atribut team sukaannya.  Apa bagusnya ditambahin bunyi nada yang lain, biar tidak monoton dan menjengkelkan,.. kali’ suaranya bisa brubah kayak bunyi harpa.

😀 qiqiqi….

Categories: This & That

It’s time to get extreme

Have had a feeling I was going to dread hearing that, but now I actually quite enjoying it,.. bring it!

It’s been, what? 3 weeks since the first time I started this P90X fitness program.  It was a bit intimidating at first because I was not sure how I’ll do it. Never in my life I undertake any fitness program whatsoever, let alone the extreme one.

You supposedly to do exercise everyday for 60-90 minutes for 90 days, accompanied by a diet.  But you could actually take your on time which works for me as my time is at the premium with the kids and stuff around the house.  Dont get me wrong though, I was not trying to be really muscular and ripped, I was merely trying to shed some weight and to make ‘fit’ my ‘unfit’ ness.. hehehe.

So far I can handle it, although with a lot of huffs and puffs,  I’m not sure if it’s really could gauge my overall fitness level but my energy for one thing is getting better.  The intimidation doesn’t stop me from doing it, I Love Challenges – and this one is a battle wisely chosen.

I took some ‘before’ pictures and fitness data, bought a couple of 8kg weights, and kicked it off.  The jargon of this program is what I like, when you feel your muscles burn and when you think you couldn’t continue, that’s when you need to ‘bring it’, add more reps.

The real result may yet to be achieved, but so far I can see my self wearing those jeans when I was size 8. 😀

Categories: Uncategorized

We All Like to Reblog (via WordPress.com News)

We All Like to Reblog Have you ever come across a blog post that you enjoyed so much you wanted to easily share it with the readers of your own blog? Sure, you can copy and paste the link and perhaps even a snippet of text with your own comments, but overall it's not a particularly enjoyable experience. We wanted to change this and make sharing other posts with your readers as easy as posting to your blog. Today we're introducing a new like and reblog feature enabled … Read More

via WordPress.com News

Categories: Uncategorized

The Ugly Truth of Blogging

11/06/2010 2 comments

When did I start blogging?

It was I think 2004, begitu pindah ke Aberdeen, Scotland.  Belum kerja, belum punya teman-teman baru, belum bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan masih enjoying newly adopted hometown.  Sebagian besar waktu yg ada saya pakai untuk jalan dan internetan.  Ada comfort tersendiri kalo udah ada didepan komputer dan menjelajah universe dengan klik-an jari. Subhanallah, tehnology….

Then I started reading some friends’ website then came across ‘Blog’ waktu itu seringnya dibilang online journal. I thought it was interesting and before long saya sudah mencoba-coba beberapa blog provider dan webhost.  Kebetulan juga saya suka nulis diary sejak dari SD, ini online journal jadi ‘a new fad’ buat saya, simply because you can do so much more than in ordinary diary writings, bisa di customized macem-macem…

Why did I stop ?

Sebenernya nggak sengaja juga, alasan klasik sih, waktu.  Sering nggak nemu waktu buat duduk santai nge-blog yang enak.  Terus sudah mulai ada teman dan kegiatan, sudah mulai kerja dan bersosialisasi, lagian nggak terlalu bagus saya pikir buat nulis yang sifatnya pribadi.  Kemudian pas kena musibah, jadi maleeeesss, mau nge-blog, larinya ya nulis diary aja, yang biasa, yg pake buku dan pulpen, hehehe..  Apalagi sejak mulai hamil, punya anak, wuih… mana ada waktu buat nge-blog.  Bisa sih every now and then, tapi jarang sekali.

Namun bukan berarti saya ‘cut off’ myself completely dari dunia per-blog-an.  Saya seneng baca-baca blog, siapa saja… apalagi blog temen 😀 .  Blog travel, kesehatan, fashion, kuliner, reationship, apa saja…  Blog buat saya adalah ide-ide nyata, humor-humor seger dan opini opini beragam yg bikin melek.  Beda dengan koran, buletin atau artikel.

Semakin hari, semakin developed nih blog,  semakin rame dan siapapun, sekarang nge-blog!

Now, the Ugly truth,..

Pertama, me-maintain blog itu nggak gampang.  Susah dan bikin frustrasi.  Apalagi kalau kita cuma tau sedikit tentang jargon jargon atau istilah per-blog-an.  Kita tentunya mau sekali bikin blog kita dibaca dan diingat orang, apalagi kalo sampai di bookmark atau di ‘blogroll, ada kepuasan tersendiri.  Keindahan theme blog sama ‘isi’ nya mutlak akan menarik interest pembaca.

Kedua, nggak gratis.  Banyak domain buat blog yg gratisan, banyak juga yg nggak.  Unique background, layout, theme, widgets? beli.   Mau nge-update program picture editing, atau beli kamera atau HP yg bisa akses internet, atau beli membership buat join komunitas blogger biar bisa nge-upgrade service.  It all adds up.

Ketiga, butuh waktu.  It takes time.  Bukan hanya makan waktu untuk membuat dan mem-publish  blog kita, tapi juga untuk ‘follow dan ngomentarin blog lain.  Karena readership dibangun dengan jalan ini.  Terus jangan salah, memutuskan mau pakai theme, layout dan background apa itu  lebih time-consuming loh.

Keempat, it’s an open competition, full on.  Siapa lebih banyak pengunjung, peng-comment, lebih banyak features, widgets dan lain lain, sampai siapa yang kasih hadiah-hadiah lebih banyak dan lebih berharga.  Huff,.. capeeeee.  Sedikit saja ada ‘drop’ di chart blognya, akan bikin penulisnya penasaran.  Akankah pembaca akan kembali ???

So ?

I’m going to blog again!

and I think you should too … 😀  Think about the relationships, character strengthening and the personal discovery it’ll bring.

Blogging, bisa jadi beban, sudah cape-cape nulis nggak ada yang baca.  Tapi bisa jadi tempat mengeluarkan ide-ide, unek-unek dan kemarahan sekalipun.  Menulis tentang diri sendiri dan keluarga di blog dan menceritakan cobaan-cobaan dan masalah hidup, pada sebagian blogger menjadi cara untuk ‘memikirkan dirinya sendiri lebih mendalam’ , in a good way, which is good…

Blogging itu lebih banyak tulisan perjalanan ego kita, tapi juga sebagai ajang tukar-tukar ilmu.  When you write about baking escapade, you’ll be noticed by other baking fans blogger and share you some more knowledge or tips & tricks of baking.  Blogging anggap saja ketika kita menulis surat kepada kerabat, mengabarkan kisah-kisah seru yang sudah di formulasi kedalam paragraf blog post yang dihiasi foto-foto atau video. 😀  Hidup di blog sudah diatur  kedalam kategori-kategori kisah yang dibuat sendiri, simple.

So,  worth it, right…

Categories: Uncategorized

Hello world!

26/09/2007 2 comments

Well, what the heck. My first post at WordPress.  Couldn’t retrieve my old blog at blogdrive and blogspot, ..

Categories: Uncategorized